Dalam kehidupan tentunya tidak akan
jauh dari populasi. Manusia termasuk dalam populasi. Begitu pula dengan makhluk
hidup lainnya termasuk dalam populasi. Populasi sendiri memiliki arti
sekelompok individu dengan spesies yang sama yang tinggal di tempat yang sama
atau daerah tertentu danmampu bereproduksi di antara sesamanya. Populasi
menurut para ahli memiliki banyak arti. Menurut Ismiyanto populasi adalah
keseluruhan subjek penelitian yang dapat memberikan informasi penelitian.
Sedangkan menurut Arikunto, populasi adalah apabila seseorang ingin meneliti
semua elemen yang ada di wilayah penelitian maka penelitian tersebut adalah
penelitian populasi.
Dan
menurut Sugiyono, populasi adalah wilayah yang terdiri atas obyek yang mempunya
karakteristik tertentu yang ditetapkan dan dipelajari oleh peneliti untuk
disimpulkan di kemudian hari. Maka secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan
bahwa populasi tidak hanya tentang makhluk hidup, objek penelitian juga
termasuk dalam populasi baik itu jumlah objek yang diteliti maupun semua
karakteristik serta sifat-sifat yang dimiliki oleh objek tersebut.
Sedangkan untuk biologi sendiri
adalah ilmu yang mempelajari hal yang berhubungan dengan makhluk hidup, seperti
zat yang membentuk makhluk hidup, zat yang dibutuhkan makhluk hidup, serta hal
mengenai hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Biologi berasal
dari dua kata yaitu bio yang artinya makhluk hidup dan logis tau logos yang
artinya ilmu. Pengajaran biologi memiliki beberapa tujuan diantaranya adalah
mengembangkan cara berpikir ilmiah melalui penelitian, mengembangkan
pengetahuan untuk memecahkan masalah kehidupan individu dan sosial. Biologi
juga bisa didefinisikan sebagai suatu ilmu tentang kehidupan
biologi yang dapat membantu manusia mengenal dirinya sebagai organisme,
mengenal lingkungannya dan hubungan antara organisme dengan lingkungannya.
Seperti halnya suatu individu
populasi memiliki ciri-ciri biologi sebagai berikut, yaitu mempunyai struktur
dan organisasi tertentu yang bersifat konstan dan ada pula bersifat berfluktasi
seiringnya waktu. Kemudian populasi
adalah ontogenetik atau memiliki sejarah kehidupan dari lahir kemudian
tumbuh – berdiferensiasi – menjadi tua dan terakhir mati. Yang ketiga populasi
dapat memberikan respon tehadap perubahan lingkungan. Populasi juga memiliki
hereditas serta terintegrasi oleh faktor-faktor genetic dan ekologi termasuk
dalam hal kemampuan beradaptasi, ketegaran reproduktif dan persistensi.
Persistensi dalam hal ini yaitu adanya kemungkinan untuk meninggalkan keturunan
dalam waktu yang cukup lama.
Biologi sendiri merupakan salah
satu ilmu yang dapat menentukan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, karena dengan belajar biologi dapat mengasah kemampuan berpikir
logis, sistematis dan kreatif dalam memecahkan masalah. Selain dapat memajukan
ilmu pengetahuan dan teknologi, ilmu biologi juga berpengaruh dan berguna bagi
kehidupan manusia. Misalnya biologi dapat digunakan untuk berbagai bidang
kehidupan seperti pertanian, peternakan, perikanan, kedokteran, dan masih
banyak lagi.
Populasi
yang meningkat secara signifikan menimbulkan beberapa masalah. Tentunya ilmu
biologi juga berpengaruh dalam mengendalikan populasi. Biologi sebagai ilmu
yang mendasari ilmu terapan dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan
kedokteran, bersama dengan perkembangan dan kemajuan teknologi banyak membawa
perubahan yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan hidup. Penemuan-penemuan
yang dilakukan oleh para ilmuan telah berhasil memecahkan permasalahan yang
ada. Contohnya seperti penemuan dalam teknik rekayasa genetika untuk
menciptakan hewan dan tanaman transgenik, teknik superovulasi untuk
memperbanyak ternak yang unggul, teknik penyisipan atau pemisahan gen, teknik
fertilisasi in vitro, teknik penyimpanan dan transfer embrio, inseminasi
buatan, teknik kultur jaringan, teknik kloning, teknik mutasi buatan, teknik
transplantasi organ, serta penemuan berbagai jenis obat, antibiotik, serta
vaksin.
Dengan
belajar biologi dapat memiliki keterampil kerja ilmiah dan bersikap ilmiah,
serta sadar terhadap hidup dan kehidupan dalam lingkungan. Ilmu pengetahuan
yang terkandung dalam biologi telah banyak manusia dari berbagai masalah
seperti wabah sebuah penyakit serta kelaparan. Dengan biologi para ilmuan dapat
menbetahui bagaimana suatu penyakit bekerja sehingga para ilmuan dapat
menemukan cara untuk pencegahan penyakit tersebut, jika sebuah penyakit
memiliki obat atau vaksin maka banyak manusia yang dapat terselamatkan.
Dengan biologi
juga tercipanya pil KB sehingga dapat menahan perkembangan populasi yang
membludak yang saat ini masih dianut oleh masyarakat Indonesia walaupun belum
terlalu efektif. Kemajuan dalam kesuburan tanah juga membuat beberapa populasi
menumpuk hanya di satu daerah tidak menyebar ke beberapa daerah. Disinilah
biologi berperan, seperti melakukan tanaman transgenik bagi lahan yang tidak
subur sehingga tidak terjadi pengurangan penduduk.
Terdapat dua
strategi dalam pengendalian populasi yaitu strategi –r dan strategi-k.
strategi-r adalah pertumbuhan populasi yang cepat dalam artian menghasilkan
banyak keturunan dengan perkembangan yang cepat tetapi memiliki integritas yang
tinggi. Sedangkan untuk strategi-k berkebalikan dengan strategi-r, strategi-k
adalah pertumbuhan populasi yang lambat dengan artian menghasilkan sedikit
keturunan dengan perkembangan yang lambat tetapi memiliki integritas yang
rendah.
Strategi-r digunakan untuk menaikkan populasi jika di
daerah tersebut terdapat sedikit populasi. Sedangkan strategi-k digunakan untuk
mengurangi populasi yang berada di daerah dengan jumlah populasi yang banyak. Manfaat
biologi pada tingkat populasi adalah mengetahui cara penstabilan populasi agar
tidak berlebihan serta mengetahui kompetisi dalam populasi.
Begitulah kira-kira peran biologi dalam pengendalian
populasi. Biologi mencakup sangat banyak hal dalam pengendalian populasi mulai
dari penggunaan pil KB, penambahan kesuburan tanah dan tingkat kesuburannya,
tanaman transgenic, penemuan dalam teknik rekayasa genetika untuk menciptakan
hewan dan tanaman transgenik, teknik superovulasi untuk memperbanyak ternak
yang unggul, teknik penyisipan atau pemisahan gen
dan masih sangat
banyak lagi penggunaan biologi dalam pengendalian populasi.