Rabu, 28 September 2016

Biologi Dalam Pengendalian Populasi

            Dalam kehidupan tentunya tidak akan jauh dari populasi. Manusia termasuk dalam populasi. Begitu pula dengan makhluk hidup lainnya termasuk dalam populasi. Populasi sendiri memiliki arti sekelompok individu dengan spesies yang sama yang tinggal di tempat yang sama atau daerah tertentu danmampu bereproduksi di antara sesamanya. Populasi menurut para ahli memiliki banyak arti. Menurut Ismiyanto populasi adalah keseluruhan subjek penelitian yang dapat memberikan informasi penelitian. Sedangkan menurut Arikunto, populasi adalah apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada di wilayah penelitian maka penelitian tersebut adalah penelitian populasi.
Dan menurut Sugiyono, populasi adalah wilayah yang terdiri atas obyek yang mempunya karakteristik tertentu yang ditetapkan dan dipelajari oleh peneliti untuk disimpulkan di kemudian hari. Maka secara keseluruhan dapat ditarik kesimpulan bahwa populasi tidak hanya tentang makhluk hidup, objek penelitian juga termasuk dalam populasi baik itu jumlah objek yang diteliti maupun semua karakteristik serta sifat-sifat yang dimiliki oleh objek tersebut.
            Sedangkan untuk biologi sendiri adalah ilmu yang mempelajari hal yang berhubungan dengan makhluk hidup, seperti zat yang membentuk makhluk hidup, zat yang dibutuhkan makhluk hidup, serta hal mengenai hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Biologi berasal dari dua kata yaitu bio yang artinya makhluk hidup dan logis tau logos yang artinya ilmu. Pengajaran biologi memiliki beberapa tujuan diantaranya adalah mengembangkan cara berpikir ilmiah melalui penelitian, mengembangkan pengetahuan untuk memecahkan masalah kehidupan individu dan sosial. Biologi juga bisa didefinisikan sebagai suatu ilmu tentang kehidupan biologi yang dapat membantu manusia mengenal dirinya sebagai organisme, mengenal lingkungannya dan hubungan antara organisme dengan lingkungannya.
            Seperti halnya suatu individu populasi memiliki ciri-ciri biologi sebagai berikut, yaitu mempunyai struktur dan organisasi tertentu yang bersifat konstan dan ada pula bersifat berfluktasi seiringnya waktu. Kemudian populasi  adalah ontogenetik atau memiliki sejarah kehidupan dari lahir kemudian tumbuh – berdiferensiasi – menjadi tua dan terakhir mati. Yang ketiga populasi dapat memberikan respon tehadap perubahan lingkungan. Populasi juga memiliki hereditas serta terintegrasi oleh faktor-faktor genetic dan ekologi termasuk dalam hal kemampuan beradaptasi, ketegaran reproduktif dan persistensi. Persistensi dalam hal ini yaitu adanya kemungkinan untuk meninggalkan keturunan dalam waktu yang cukup lama.
Biologi sendiri merupakan salah satu ilmu yang dapat menentukan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena dengan belajar biologi dapat mengasah kemampuan berpikir logis, sistematis dan kreatif dalam memecahkan masalah. Selain dapat memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, ilmu biologi juga berpengaruh dan berguna bagi kehidupan manusia. Misalnya biologi dapat digunakan untuk berbagai bidang kehidupan seperti pertanian, peternakan, perikanan, kedokteran, dan masih banyak lagi.
            Populasi yang meningkat secara signifikan menimbulkan beberapa masalah. Tentunya ilmu biologi juga berpengaruh dalam mengendalikan populasi. Biologi sebagai ilmu yang mendasari ilmu terapan dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan kedokteran, bersama dengan perkembangan dan kemajuan teknologi banyak membawa perubahan yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan hidup. Penemuan-penemuan yang dilakukan oleh para ilmuan telah berhasil memecahkan permasalahan yang ada. Contohnya seperti penemuan dalam teknik rekayasa genetika untuk menciptakan hewan dan tanaman transgenik, teknik superovulasi untuk memperbanyak ternak yang unggul, teknik penyisipan atau pemisahan gen, teknik fertilisasi in vitro, teknik penyimpanan dan transfer embrio, inseminasi buatan, teknik kultur jaringan, teknik kloning, teknik mutasi buatan, teknik transplantasi organ, serta penemuan berbagai jenis obat, antibiotik, serta vaksin.
            Dengan belajar biologi dapat memiliki keterampil kerja ilmiah dan bersikap ilmiah, serta sadar terhadap hidup dan kehidupan dalam lingkungan. Ilmu pengetahuan yang terkandung dalam biologi telah banyak manusia dari berbagai masalah seperti wabah sebuah penyakit serta kelaparan. Dengan biologi para ilmuan dapat menbetahui bagaimana suatu penyakit bekerja sehingga para ilmuan dapat menemukan cara untuk pencegahan penyakit tersebut, jika sebuah penyakit memiliki obat atau vaksin maka banyak manusia yang dapat terselamatkan.
            Dengan biologi juga tercipanya pil KB sehingga dapat menahan perkembangan populasi yang membludak yang saat ini masih dianut oleh masyarakat Indonesia walaupun belum terlalu efektif. Kemajuan dalam kesuburan tanah juga membuat beberapa populasi menumpuk hanya di satu daerah tidak menyebar ke beberapa daerah. Disinilah biologi berperan, seperti melakukan tanaman transgenik bagi lahan yang tidak subur sehingga tidak terjadi pengurangan penduduk.
            Terdapat dua strategi dalam pengendalian populasi yaitu strategi –r dan strategi-k. strategi-r adalah pertumbuhan populasi yang cepat dalam artian menghasilkan banyak keturunan dengan perkembangan yang cepat tetapi memiliki integritas yang tinggi. Sedangkan untuk strategi-k berkebalikan dengan strategi-r, strategi-k adalah pertumbuhan populasi yang lambat dengan artian menghasilkan sedikit keturunan dengan perkembangan yang lambat tetapi memiliki integritas yang rendah.
Strategi-r digunakan untuk menaikkan populasi jika di daerah tersebut terdapat sedikit populasi. Sedangkan strategi-k digunakan untuk mengurangi populasi yang berada di daerah dengan jumlah populasi yang banyak. Manfaat biologi pada tingkat populasi adalah mengetahui cara penstabilan populasi agar tidak berlebihan serta mengetahui kompetisi dalam populasi.
Begitulah kira-kira peran biologi dalam pengendalian populasi. Biologi mencakup sangat banyak hal dalam pengendalian populasi mulai dari penggunaan pil KB, penambahan kesuburan tanah dan tingkat kesuburannya, tanaman transgenic, penemuan dalam teknik rekayasa genetika untuk menciptakan hewan dan tanaman transgenik, teknik superovulasi untuk memperbanyak ternak yang unggul, teknik penyisipan atau pemisahan gen
 dan masih sangat banyak lagi penggunaan biologi dalam pengendalian populasi.